.: Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang :.

Rabu, 18 November 2009

TUJUH TUGAS SEORANG MUKMIN DI BULAN RAMADHAN

TUJUH TUGAS SEORANG MUKMIN
DI BULAN RAMADHAN

Pada bulan Ramadhan seseorang mempunyai beberapa tugas syar’i. Tugas-tugas ini sudah dijelaskan oleh Rosulullah Saw melalui sunnah qouliyah (perkataan) beliau, juga dengan praktek-praktek langsung dari beliau. Karena bulan Ramadhan merupakan musim kebaikan. Nikmat-nikmat Allah yang dianugrahkan kepada para hamba pada bulan ini lebih banyak persoalan hukum syar’I, yang meliputi seluruh amalan satu bulan yang penuh dengan amalan kebaikan dan ketaqwaan. Tujuh tugas seorang mukmin di bulan Ramadhan yaitu  :
Shiyam ( Puasa), Puasa seperti dikatakan Ibnul Qoyyim, memberikan pengaruh mengagumkan dalam memelihara anggota badan dan kekuatan batin, serta mengatur metabolisme, sehingga tubuh mendapatkan keseimbangan.

  1. Dia membersihkan zat-zat yang dapat berpengaruh kepada kesehatan. Puasa juga akan menjaga kesehatan hati dan anggota tubuh, setelah dikuasai oleh jerat-jerat syahwat. Ia sangat berperan dalam membantu mendatangkan ketaqwaan. Rosulullah saw pernah bersabda yang artinya : Barang siapa berpuasa Ramadhan dengan penuh iman dan ihtisab, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu. Menurut maksud hadits ini adalah, berpuasa dengan membenarkan kewajibannya dan mengharapkan pahalanya, dengan hati yang rela, tidak membencinya, tidak menganggapnya berat, atau merasa hari-harinya terlalu panjang. Namun selalu memanfaatkan sepanjang hari-harinya karena besarnya pahala.
  2. Qiyamullail (terawih). Shalat terawih ini sunnahnya dikerjakan secara berjama’ah selama bulan Ramadhan. Ini berdasarkan sabda nabi : Artinya : sesungguhnya barang siapa yang shalat bersama imam sampai imam itu selesai, maka ditetapkan pahala baginya, seperti shalat sepanjang malam.(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, Nasai.)
  3. Shodaqah. Karena kedermawanan Rosulullah saw paling menonjol pada bulan Ramadhan. Kedermawanan ini mencakup semua pengertian shadaqah dan semua jenis perbuatan baik. Karena kedermawanan itu banyak memberi dan sering memberi. Dan shadaqah di bulan ini akan dilipatgandakan pahalanya.
  4. Memberikan buka puasa kepada orang yang berpuasa. Rosul Saw telah menekankan hal ini dan memberitahukan hasilnya, yaitu berupa ganjaran yang besar dan agung, Beliau bersabda yang artinya : Barang siapa yang memberikan makanan buka puasa, kepada orang yang berpuasa, maka dia akan mendapatkan pahala, sebagaimana pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa.
  5. Membaca Al-Qur’an. Bulan Ramadhan, merupakan bulan Al-Qur’an. Hal ini sebagaimana difirmankan dalam surat Al-Baqarah ayat 185 yang artinya  Bulan ramadhan adalah bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu, dan pembeda antara yang haq dan yang bathil.
  6. Umrah. Imam Bukhari dan imam Muslim meriwayatkan sebuah hadits dari nabi Muhammad saw:  :                                                                                     Artinya : Umrah pada bulan Ramadhan sama dengan haji bersamaku.
  7. Mencari Lailatul Qodar. Lailatul Qadar itu berada pada malam-malam ganjil sepuluh malam terakhir dari bulan ramadhan.
Itulah tugas syar’I seorang muslim  pada bulan Ramadhan yang penuh barkah ini                        

Rabu, 07 Oktober 2009

keajaiban angka 19 dalam qur'an

"Kisah Menakjubkan dalam Al Quran"Image by Ikhlasul Amal via Flickr
Keajaiban Angka 19 Dalam Al Qur’an
Setiap muslim pasti meyakini kebenaran Quran sebagai kitab suci yang tidak ada keraguan sedikitpun, sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa. Namun kemukjizatan Quran tidak hanya dibuktikan lewat kesempurnaan kandungan, keindahan bahasa, ataupun kebenaran ilmiah yang sering mengejutkan para ahli.
Suatu kode matematik yang terkandung di dalamnya misalnya, tak terungkap selama berabad-abad lamanya sampai seorang sarjana pertanian Mesir bernama Rashad Khalifa berhasil menyingkap tabir kerahasiaan tersebut. Hasil penelitiannya yang dilakukan selama bertahun-tahun dengan bantuan komputer ternyata sangat mencengangkan. Betapa tidak, ternyata didapati bukti-bukti surat-surat/ayat-ayat dalam Quran serba berkelipatan angka 19.
Penemuannya tersebut berkat penafsirannya pada surat ke-74 ayat : 30-31, yang artinya sbb : “Yang atasnya ada sembilanbelas. …….., dan tidaklah Kami jadikan bilangan mereka itu (angka 19) melainkan untuk menjadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya, dan supaya orang-orang yang diberi Al Kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu, dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir berkata: Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai perumpamaan?”.
Hasil penemuannya yang sangat mengejutkan ini pada tahun 1976 telah didemonstrasikan di depan umum ketika diselenggarakan Pameran Islam Sedunia di London.
Berikut cuplikan dari sebagian penemuannya tersebut :
1. Kita mengetahui bahwa setiap surat-surat dalam Quran selalu diawali dengan bacaan ‘Basmalah’ sebagai
statement pembuka, yaitu “Bismillaahirrahmaanirraahiim” (yang artinya : “dengan
nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”). Ternyata bacaan ‘Basmalah’ tersebut (dalam bahasa Arabnya) terdiri dari 19 huruf (atau 19 X 1 ).
2. Bacaan ‘Basmalah’ terdiri dari kelompok kata : Ismi – Allah – Arrahman – Arrahim. Penelitian menunjukkan jumlah dari masing-masing kata tersebut dalam Quran ternyata selalu merupakan kelipatan angka 19.
a. Jumlah kata ‘Ismi’ dalam Quran ditemukan sebanyak 19 buah (atau 19 X 1 )
b. Jumlah kata ‘Allah’ dalam Quran ditemukan sebanyak 2.698 buah (atau 19 X 142 )
c. Jumlah kata ‘Arrahman’ dalam Quran ditemukan sebanyak 57 buah (atau 19 X 3 )
d. Jumlah kata ‘Arrahim’ dalam Quran ditemukan sebanyak 114 buah (atau 19 X 6 )
Apabila faktor pengalinya dijumlahkan hasilnya juga merupakan kelipatan angka 19 , yaitu 1 + 142 + 3 + 6 = 152 (atau 19 X 8).
3. Jumlah total keseluruhan surat-surat dalam Quran sebanyak 114 surat (atau 19 X 6 ).
4. Bacaan ‘Basmalah’ dalam Quran ditemukan sebanyak 114 buah (atau 19 X 6 ), dengan perincian sbb:
Sebanyak 113 buah ditemukan sebagai pembuka surat-surat kecuali surat ke-9, sedangkan sebuah lagi
ditemukan di surat ke-27 ayat : 30.
Berbeda dengan surat-surat lain, surat ke-9 memang khusus sengaja tidak diawali bacaan ‘Basmalah’ karena isinya merupakan ayat-ayat perang. Dalam Surat ke-9 ini kebanyakan pokok pembicaraannya berisi tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin karena pengkhianatan mereka, sebaliknya surat ke 27 terdapat kisah ajakan penyerahan diri Ratu Balqis oleh Sulaiman. Jadi terdapat antagonis antara surat ke-9 dan surat ke-27.
Berikut terjemahan surat ke-9 ayat 3 : “Dan suatu permakluman dari Allah dan Rasul-Nya kepada umatmanusia pada hari haji akbar, bahwa sesungguhnya Allah dan rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrikin, kemudian jika kamu bertobat maka bertobat itu lebih baik bagimu, dan jika kamu berpaling maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak dapat melemahkan Allah. Dan beritakanlah kepada orang-orang kafir bahwa bagi mereka siksa yang pedih.”
Terjemahan surat ke-27 ayat: 29-31: ”Ia (Balqis) berkata, Hai pembesar-pembesarku, telah dikirim kepadaku sebuah surat yang berharga. Surat itu dari Sulaiman yang isinya berbunyi : “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”. Janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku dengan berserah diri.”
5. Pada surat ke-27 ayat : 30 tempat ditemukannya bacaan ‘Basmalah’, kalau bilangan surat dan ayatnya dijumlahkan hasilnya merupakan kelipatan angka 19, yaitu 27 + 30 = 57 (atau 19 X 3 ).
6. Dari point 4 di atas, ditemukan hubungan yang menarik antara surat ke-9 dan ke-27. Surat ke-27
ternyata merupakan surat yang ke-19 jika dihitung darisurat ke-9.
============ surat ke : 9, 10, 11, 12, ………………., 25,26, 27
======= urutan surat ke : 1, 2, 3, 4, ………………., 17, 18,19.
7. Dari point 6, apabila bilangan surat-surat dijumlahkan mulai dari surat ke-9 s/d ke-27,
(9+10+11+12+…+24+25+26+27) maka hasilnya adalah 342(atau 19 X 18 ).
8. Wahyu pertama (Surat ke-96 ayat : 1-5 ) terdiridari 19 kata (atau 19 X 1 ) dan 76 huruf (atau 19 X 4)
9. Wahyu kedua (Surat ke-68 ayat : 1-9 ) terdiri dari38 kata (atau 19 X 2 ).
10. Wahyu ketiga (Surat ke-73 ayat : 1-10 ) terdiri dari 57 kata (atau 19 X 3 ).
11. Wahyu terakhir (Surat ke-110 ) terdiri dari 19 kata (atau 19 X 1 ), dan ayat pertama dari Surat
ke-110 tersebut terdiri dari 19 huruf (atau 19 X 1).
12. Wahyu yang pertamakali menyatakan ke-Esaan Allah adalah wahyu ke-19 (Surat ke-112)
13. Surat ke-96 tempat terdapatnya wahyu pertama, terdiri dari 19 ayat (atau 19 X 1 ) dan 304 huruf (atau 19 X 16 ). Selain itu juga ternyata surat ke-96 tersebut merupakan surat yang ke-19 bila diurut/dihitung mundur dari belakang Quran.
=========== surat ke : 114, 113, 112, 111, ……………….,98, 97, 96
======= urutan surat ke : 1, 2, 3, 4, ………………., 17, 18,19.
Bukti-bukti di atas menunjukkan bahwa Quran tersusun dengan perhitungan sistim kunci (interlocking system), sesuai maksud dari surat ke-85 ayat : 20, yang artinya : “Allah telah mengepung/ mengunci mereka dari belakang”.
14. Dari point 13, apabila bilangan surat-surat dijumlahkan mulai dari surat ke-114 s/d ke-96, (114+113+112+111+…+98+97+96) maka hasilnya adalah 1995 (atau 19 X 105 ).
15. Bagian tengah-tengah Quran jatuh pada Surat ke-18 ayat : 19 (atau 19 X 1 ).
16. Penulis juga menemukan bukti bahwa surat-surat yang memiliki 8 (delapan) ayat dan 11 (sebelas) ayat
ditemukan yang paling banyak dalam Quran, yakni masing-masing terdiri dari 5 (lima) buah surat. Disusul kemudian surat-surat yang memiliki 3 (tiga), 19 (sembilan belas), 29 (dua puluh sembilan), 30 (tiga
puluh), dan 52 (lima puluh dua) ayat, yang masing-masing terdiri dari 3 (tiga) buah surat.
Apabila dijumlahkan ayat-ayat tersebut sesuai dengan kelompoknya maka hasilnya merupakan kelipatan angka 19, yaitu sbb :
= surat ke: 94, 95, 98, 99, 102 masing-masing terdiri dari: 8 ayat
= surat ke: 62, 63, 93, 100, 101 masing-masing terdiri dari: 11 ayat
Apabila jumlah ayat-ayatnya dijumlahkan : 8+11=19, (atau 19 X 1 )
== surat ke : 103, 108, 110 masing-masing terdiri dari: 3 ayat
== surat ke : 82, 87, 96 masing-masing terdiri dari: 19 ayat
== surat ke : 48, 57, 81 masing-masing terdiri dari: 29 ayat
== surat ke : 32, 67, 89 masing-masing terdiri dari: 30 ayat
== surat ke : 14, 68, 69 masing-masing terdiri dari: 52 ayat
Apabila jumlah ayat-ayatnya dijumlahkan : 3+19+29+30+52=133, (atau 19X7).
17. Quran merupakan satu-satunya kitab suci di dunia ini yang memiliki tanda-tanda khusus (initials) berupa huruf-huruf (code letters) atau sebagaimana disebut dalam bahasa Arab “Muqatta-‘aat” yang artinya “kata singkatan”. Di dalam Quran terdapat sebanyak 29 (dua puluh sembilan) surat-surat yang diawali dengan 14 (empat belas) macam kombinasi dari 14 (empat belas)
huruf-huruf “Muqatta-‘aat”.
14 huruf-huruf itu adalah : alif, lam, mim, ra’, kaf, ha’, yaa’, ain, shad, tha’, shin, qaf, nun, dan kha’.
 14 macam kombinasi huruf adalah :
1. Alif, lam, mim
2. Kha, mim
3. Alif, lam, ro’
4. Alif, lam, mim, ro’
5. Tho’, sin
6. Tho’, sin, mim
7. Ya’, sin
8. Nun
9. Kaf, kha’, ya’, ain, shod
10. Alif, lam, mim, shod
11. Shod
12. Qof
13. Ain, sin, qof
14. Tho’, ha’
 29 surat-surat adalah : surat ke : 2, 3, 7,10 11, 12, 13, 14, 15, 19, 20, 26, 27, 28, 29, 30, 31, 32, 36, 38, 40, 41, 42, 43, 44, 45, 46, 50, dan 68.
Maka apabila bilangan dari banyaknya huruf, banyaknya kombinasi, dan banyaknya surat dijumlahkan maka hasilnya merupakan kelipatan 19, yaitu 14 + 14 + 29 = 57 (atau 19 X 3).
Tanda-tanda dengan kata singkatan ini, ahli tafsir mempunyai pendapat yang berbeda-beda. Ahli tafsir ada yang menyerahkan pengertiannya kepada Allah karena dipandang termasuk ayat-ayat ‘mutasyaabihaat’, ada pula yang berpendapat huruf-huruf abjad itu berfungsi untuk menarik perhatian para pendengar supaya memperhatikan bacaan-bacaan dalam Quran.
Namun berkat penemuan angka 19 kini terbukalah maksud sesungguhnya dari adanya huruf-huruf “Muqatta-‘aat”tersebut, yaitu berfungsi sebagai penjaga keaslian/ keautentikan Quran karena berhubungan dengan angka 19, perhatikan demonstrasi berikut :
18. Surat ke-68 diawali huruf ‘Nun’. Setelah diteliti jumlah huruf ‘Nun’ yang terdapat pada surat tersebut
merupakan kelipatan 19.
Surat ke ‘Nun’ kelipatan 19
68 133 19
X 7
Berikut terjemahan surat ke-68 ayat 2-6 : “Nun. Berkatkemuliaan Tuhanmu, engkau (Muhammad) sekali-kali bukan orang gila, dan sesungguhnya bagimu pahala yang besar, dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur, maka kelak kamu akan melihat dan mereka (orang-orang kafir) pun akan melihat, siapa di antara kamu yang gila.”
19. Surat ke-42 dan surat ke-50 diawali huruf ‘Qof’. Setelah diteliti huruf ‘Qof’ yang terdapat pada kedua surat tersebut sebanyak 114 huruf (atau 19 X 6 ). Ada yang berpendapat bahwa huruf ‘Qof’ ini singkatan dari kata ‘Quran’ karena Quran terdiri dari 114 surat.
Surat ke ‘Qof’ kelipatan 19
42 57 19 X 3
50 57 + 19 X 3
=114
Hal lain yang mengherankan adalah Allah biasanya menyebut kaumnya Nabi Luth dengan kalimat “Qaumu Luuth” yang ditemukan sebanyak 12 kali dalam Quran, namun pada surat ke-50 ayat 13, sebutan tersebut berganti menjadi “Ikhwanu Luuth” yang artinya “saudara-saudaranya Nabi Luuth”. Tampaknya Allah sengaja menghilangkan unsur ‘Qaf’ dalam kalimat tersebut agar jumlah huruf ‘Qaf’ dalam Quran tetap berkelipatan 19, sebab jika tidak diganti maka jumlahnya akan bertambah menjadi 115.
Berikut terjemahan surat ke-50 ayat: 1-2 : “Qaaf, demi Al Quran yang sangat mulia, mereka tercengang lantaran datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari (kalangan) mereka sendiri, maka berkatalah orang-orang kafir : “Ini sesuatu perkara yang amat aneh”.”
20. Surat ke-42 diawali huruf ‘Ain’, ’Sin’, dan ‘Qof’. Setelah diteliti jumlah total ketiga huruf tersebut
pada surat ke-42 merupakan kelipatan 19.
Surat ke: ‘Ain’ ‘Sin’ ‘Qof’
total kelipatan 19
42 98 + 54 + 57 = 209
19 X 11
21. Surat ke-36 diawali huruf ‘Ya’, dan ‘Sin’. Setelah diteliti jumlah total kedua huruf tersebut pada surat
ke-36 merupakan kelipatan 19.
Surat ke: ‘Ya’ ‘Sin’ total
kelipatan 19
36 237 + 48 = 285
19 X 15
22. Surat ke-13 diawali huruf ‘Alif’, ‘Lam’, ‘Mim’, dan ‘Ro’. Jumlah total huruf-huruf tersebut pada surat
ke-13 merupakan kelipatan 19.
Surat ke: ‘Alif’ ‘Lam’ ‘Mim’ ‘Ro’
total kelipatan 19
13 605 + 480 + 260 + 137 = 1482
19 X 78
23. Surat ke-7 diawali huruf ‘Alif’, ‘Lam’, ‘Mim’, dan ‘Shod’. Jumlah total huruf-huruf tersebut pada surat
ke-7 merupakan kelipatan 19.
Surat ke: ‘Alif’ ‘Lam’ ‘Mim’ ‘Shod’ total kelipatan 19
7 2529 + 1530 + 1164 + 97 =
5320 19 X 280
24. Surat ke-19 diawali huruf ‘Kaf’, ‘Kha’, ‘Ya’, Ain, dan ‘Shod’. Jumlah total huruf-huruf tersebut pada
surat ke-19 merupakan kelipatan 19.
Surat ke:‘Kaf’ ‘Kha’ ‘Ya’ Ain‘ Shod’ total kelipatan 19
19 137 + 175 + 343 + 117 + 26 = 798
19 X 42
25. Surat ke-7, 19, dan 38 diawali huruf ‘Shod’. Total jumlah huruf ‘Shod’ dalam ketiga surat tersebut
ternyata merupakan kelipatan 19.
Surat ke ‘Shod’
7 97
19 26
38 29 +
=152 (19 X 8 )
Ada hal yang menarik, yakni pada surat ke-7 ayat 69 ditemukan kata ‘basthatan’ (jika dieja terdiri dari huruf ba’, shod, tho’, ta’). Padahal lazimnya kata tersebut haruslah dieja dengan huruf ba’, sin, tho’, ta’ (contohnya pada surat ke-2 ayat 247). Menurut riwayat, pada saat turunnya ayat 69 tersebut Jibril menyuruh Nabi Muhammad menuliskan kata ‘basthatan’ dengan huruf shod, namun unsur huruf ‘shod’ itu tetap harus dibaca sebagai huruf ‘sin’, dan hal ini ditandai dengan huruf sin tersebut ditempatkan sebagai huruf kecil di atas huruf ‘shod’. Tampak sekali bahwa Allah memberi tambahan huruf ‘shod’ agar jumlahnya dalam Quran menjadi berkelipatan 19, sebab jika tidak maka jumlahnya berkurang menjadi 151.
Berikut terjemahan surat ke-7 ayat 69 : “Apakah kamu (tidak percaya) dan heran ketika datang kepadamu peringatan dari Tuhanmu yang dibawa oleh seorang laki-laki di antaramu untuk memberi peringatan kepadamu ? Dan ingatlah ketika Allah menjadikan kamu sebagai angkatan pengganti sesudah lenyapnya kaum Nuh, dan Tuhan telah ‘melebihkan’ kekuatan tubuh dan perawakanmu.”
26. Surat ke-40 s/d ke-46 diawali huruf ‘Kha’ dan Mim. Setelah diteliti jumlah total kedua huruf tersebut pada surat-surat tersebut merupakan kelipatan 19.
Surat ke ‘Kha ’Mim
40 64 380
41 48 276
42 53 300
43 44 324
44 16 150
45 31 200
46 36 225
=292 + 1855 = 2147 (atau 19 X 113)
27. Surat ke-10, 11, 12, 14, dan 15 diawali huruf ‘Alif’, ‘Lam’, dan ‘Ro’. Jumlah total huruf-huruf
tersebut pada surat-surat tersebut merupakan kelipatan 19.
Surat ke: ‘Alif’ ‘Lam’ ‘Ro’ total kelipatan 19
10 1319 + 913 + 257 = 2489 –>19 X 131
11 1370 + 794 + 325 = 2489 –>19 X 131
12 1306 + 812 + 257 = 2375 –>19 X125
14 585 + 452 + 160 = 1197 –>19 X 63
15 493 + 323 + 96 = 912 –>19 X 48
28. Surat ke-2, 3, 29, 30, 31, dan 32 diawali huruf ‘Alif’, ‘Lam’, dan ‘Mim’. Jumlah total huruf-huruf tersebut pada surat-surat tersebut merupakan kelipatan 19.
Surat ke: ‘Alif’ ‘Lam’ ‘Ro’ total kelipatan 19
2 4502 + 3202 + 2195 = 9899 –>19 X 521
3 2521 + 1892 + 1249 = 5662 –>19 X 298
29 774 + 554 + 344 = 1672 –>19 X 88
30 544 + 393 + 317 = 1254 –>19 X 66
31 347 + 297 + 173 = 817 –>19 X 43
32 257 + 155 + 158 = 570 –>19 X 30
29. Surat ke-19 diawali huruf kaf, ha’, ya’, ain, dan shod.
Surat ke-20 diawali huruf tho’ dan ha’.
Surat ke-26 diawali huruf tho’, sin, dan mim.
Surat ke-27 diawali huruf tho’ dan sin
Surat ke-28 diawali huruf tho’, sin, dan mim.
Maka perhatikanlah hubungan yang sangat menarik
berikut ini :
Surat ke: ‘Ha’ ‘Tho’ ‘Sin’ Mim
19 175 — — —
20 251 28 — —
26 — 33 94 484
27 — 27 94 —
28 — 19 102 460
426 + 107 + 290 + 944 = 1767 (19 X 93)
Data pada point 29 di atas dapat dijelaskan dalam Ilmu Matematika. Kumpulan huruf-huruf yang memulai kelimasurat di atas adalah himpunan yang anggota-anggotanya adalah huruf-huruf yang bersangkutan. Pada kolom pertama adalah irisan himpunan 1 dan 2 yang adalah huruf ‘Ha’ pada surat ke-19 dan 20; yaitu 175+251=426.
Pada kolom kedua adalah 28+33+27+19 yang merupakan irisan empat himpunan; yaitu himpunan 1 iris, himpunan 2 iris, himpunan 3 iris, himpunan 4 iris, himpunan 5 iris; yang adalah himpunan dengan anggota huruf Tho’. Lebih lanjut kolom ketiga adalah irisan himpunan 3 dan 5 dikurangi himpunan 4; yaitu himpunan dengan anggota huruf ‘Mim’. Hal di atas ini merupakan suatu kenyataan bahwa Quran perlu dilihat dengan kaca mata orang-orang eksak, karena tak mungkin diungkap oleh seorang sastrawan.
Lebih jauh tentang keistimewaan Angka 19 :
1. Keistimewaan angka 19 dalam ilmu matematik dikenal sebagai salah satu ‘Bilangan Prima’ yakni bilangan yang tak habis dibagi dengan bilangan manapun kecuali dengan dirinya sendiri. Keistimewaan tersebut melambangkan bahwa sifat-Nya yang serba MAHA tidak dibagikan kepada siapapun juga kecuali bagi diri-Nya sendiri (Surat ke-112 ayat 3).
2. Angka 19 terdiri dari angka 1 dan 9, dimana angka 1 merupakan bilangan pokok pertama dan angka 9 merupakan bilangan pokok terakhir dalam sistem perhitungan kita. Keistimewaan tersebut menunjukkan sifat Allah yakni ‘Maha Awal dan Maha Akhir’ (Surat ke-57 ayat : 3).
3. Angka 1 melambangkan sifat-Nya yang ‘Maha Esa’ (surat ke-112 ayat 1), sedangkan angka 9 sebagai bilangan pokok terbesar melambangkan salah satu sifatnya yang ke-38 yaitu ‘Maha Besar’.
4. Dalam Kalender Tahun Komariyah (Sistem Peredaran Bulan), terjadinya Tahun Kabisat terjadi pada setiap 19 tahun sekali.
5. Dalam buku “Atlas Anatomi” yang disusun oleh Prof. Dr. Chr. P. Raven dapat diketahui bahwa sebagian dari kerangka manusia yaitu : – tulang leher ada 7 ruas, tulang punggung ada 12 ruas, jadi jumlahnya 19 ruas. Menurut para biolog, ke-19 ruas tulang tersebut mempunyai peranan yang sangat penting bagi setiap manusia karena didalamnya terdapat sumsum yang merupakan lanjutan dari otak, dengan saraf-saraf yang menuju ke seluruh bagian tubuh. Adanya gangguan pada ruas tersebut maka seluruh tubuh akan kehilangan kekuatan.
6. Pada point 5, juga ditemukan hal yang menarik, alat-alat tubuh manusia seperti tangan dan kaki
sangatlah penting fungsinya bagi kehidupan kita. Bila diteliti ternyata terdapat 19 ruas tulang pada
masing-masing tapak tangan/kaki (dengan mengecualikan ruas-ruas pergelangan tangan). Dan tahukah anda, bila bentuk tapak tangan/ kaki kita menyerupai bentuk kata Allah (dalam Bahasa Arab) ?
Bahwa angka 19 adalah kode matematik yang melatarbelakangi komposisi literer Quran, suatu fenomena unik yang tiada duanya yang sekaligus membuktikan bahwa Quran adalah wahyu Illahi, bukan karya manusia. Otak manusia tidak akan mampu mencipta karya literer yang tunduk pada suatu kode matematik yang sekaligus membawa tema utamanya. Apalagi mengingat turunnya wahyu secara berangsur-angsur, dengan bahagian-bahagian surat yang acak tidak berurutan, disesuaikan dengan peristiwa-peristiwa yang melatar-belakanginya.
Selanjutnya angka 19 dapat berfungsi sebagai pemeliharaan keutuhan Quran. Angka 19 dapat digunakan untuk mencek apakah dalam sebuah kitab Quran terdapat suatu kesalahan atau tidak, dengan cara menghitung kata-kata krusial yang jumlahnya dalam Quran multiplikatif dengan angka 19, kemudian membagi angka hasil hitungan dengan 19, maka akan terlacaklah ada atau tidaknya suatu kesalahan. Demikianlah seluruh isi Quran seutuhnya akan tetap asli hingga di akhir zaman karena telah disegel oleh-Nya dengan angka 19 yang merupakan lambang identitas-Nya. Wallahu a’lam bissawab.
Sebagai bahan renungan saya cuplikkan beberapa ayat di bawah ini :
Surat ke-15 ayat 9 : “Sesungguhnya Kami yang menurunkan Al Quran dan Kami pulalah yang tetap menjaganya.”
Surat ke 41 ayat 42 : “Yang tidak datang kepadanya (Quran) kesalahan/kekeliruan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.”
Surat ke-86 ayat 13 : “Sesungguhnya Al Quran itu benar-benar firman-Nya yang membedakan antara yang benar dengan yang salah.”
Surat ke-18 ayat 27 : “Dan bacakanlah apa yang diwahtukan kepadamu yaitu Kitab Tuhanmu (Quran). Tidak ada seorangpun yang dapat merubah kalimat-kalimat-Nya. Dan kamu tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain dari pada-Nya.”
Reblog this post [with Zemanta]

Selasa, 29 September 2009

tafsir QS luqman ayat 20-22

Folio from a Koran, Sura 47, verses 9-15 * Ink...Image via Wikipedia

Pada ayat 20 dan seterusnya Allah menjelaskan bukti-bukti kemaha kuasaan Allah yang begitu banyaknya, juga banyaknya nikmat yang diberikan kepada manusia, sehingga kesadaran tentang betapa besarnya kekuasaan Allah swt, itu lebih memantapkan keyakinan manusia kepada Allah dan mantapnya keyakinan akan mendorong semangat untuk beribadah kepada Allah dan tidak akan menyekutukanNya, begitulah metode Al Qur’an seperti juga di awal Al Baqarah ayat 21 dan seterusnya,
Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa. (Dialah) yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagi atap, dan Dialah yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia hasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan sebagi rezeki untukmu. Karena itu janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui.(QS. Al Baqarah:21-22)
Maka lanjutan ayatnya menjelaskan siapa robbakum itu, ketika orang mengenal tentang Allah maka tumbuhlah kesadaran yang tinggi. Seharusnya ibadah itu disadari bukan hanya kewajiban saja tapi juga sebagai kebutuhan, kalau makan itu kewajiban seperti anak-anak, baru sesuap dia sudah mau berhenti, kalau makan kebutuhan itu seperti anak muda sudah sepiring minta nambah lagi, kalau diakui sebagai kebutuhan ibadahnya ingin nambah tapi, kalau diakui sebagi kewajiban ibadahnya ingin cepat-cepat.

Ayat 20
Tidakkah kamu memperhatikan bahwa Allah telah menundukan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untuk (kepentingan)mu dan menyempurnakan nikmatNya untukmu lahir dan batin. Tetapi diantara menusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu atau petunjuk dan tanpa kitab yang memberi penerangan.
Tidakkah kamu perhatikan (taro dari kata rooa-yaroo), rooa bisa berarti melihat bisa juga memperhatikan, kalau melihat itu dengan mata kepalanya sendiri dan memperhatikan itu dengan akal pikiran, kata taro mencakup keduanya itu.
Sesungguhnya Allah telah menunundukan untukmu, apa saja yang ada dilangit dan apa saja yang ada dibumi.
Menundukan itu artinya segalanya tunduk untuk kepentingan manusia, jadi sangat tidak logis kalau Allah telah menciptakan segalanya dan menundukan segalanya untuk manusia, tapi manusia menyembah yang Allah tundukan itu, Seperti manusia menyembah matahari, api dan yang lainnya.
Tashir artinya dibuat tunduk, mudah, sehinggga bisa bermanfaat bagi manusia segala yang ada dilangit dan di bumi, seperti energi matahari ditundukan oleh Allah untuk kita dengan panasnya yang memang sesuai dengan kebutuhan kita, seandainya saja matahari didekatkan dari posisinya sekarang maka kita akan hangus, atau matahari dijauhkan dari posisinya sekarang maka bumi akan kedinginan dan kehidupan akan musnah. Belum lagi fungsinya buat mengeringkan baju, mengeringkan sebagai hasil usaha manusia. Tapi, kalau dikaji lebih dalam lagi energi matahari memberikan manfaat yang luar biasa bagi manusia, itu karena ditundukan oleh Allah untuk manusia. Contoh yang lain ialah angin dengan kecepatannya bermanfaat bagi manusia, penyerbukan pohon itu karena ada angin, tapi kalau anginnya puting beliung maka penyerbukan itu tidak akan terjadi bahkan bunganya akan rontok. Di Indonesia timur yangterkena bencana banjir dan tanah longsor ternyata bantuan belum bisa diberikan karena gelombang laut yang terlalu besar, bayangkan biala lebih dari itu. Termasuk juga bagaimana tumbuhan itu mengeluarkan oksigen yang kita butuhkan menghirupnya dan kita mengeluarkan karbondioksida yang diserap pohon dan diproduksi kembali menjadi oksigen.
Kata Ibnu Katsir, bahwa Allah menundukan sesuatu, bintang-bintang dan bulan yang dengan cahayanya, sehingga manusia bisa memanfatkannya, tau tentang cuaca, awan hujan saju, embun dan segalanya. Semua itu memberikan manfaat yang besar bagi manusia. Seandainya ada seorang dermawan punya aset banyak, bertetangga dengan orang miskin dan dia memberikan tanah tempat tinggal yang awalnya dikontrakan untuk tetangganya itu, mungkin sepanjang hidupnya orang miskin itu akan selalu tunduk kepadanya. Allah tidak hanya memberikan sekapling tapi, segala yang kita butuhkan, termasuk diantaranya yang tidak terlihat.
...Dan menyempurnakan nikmatNya untukmu lahir dan batin..
Kalau dalam ilmu kedokteran manusia itu punya imunitaas, didalam Al Qur’an disebutkan beberapa kali, bahwa malaikat itu melindungi manusia dengan perintah Allah. bukan imunitas yang tumbuh dengan sendirinya sehingga timbullah kekebalan dalam diri kita, bayangkan seandainya itu diambil. Nikmat itu begitu banyaknya sehingga disebutkan waasbaro (Allah limpahkan begitu banyaknya). Dalam sebagian kata ini diterjekemahkan disempurnakan yang manpak dan yang tidak diketahui, kalau makan kita perlu mulut yang menerima, yang mengunyah tapi untuk bernapas kita tidak perlu menggerakan organ kita karena dipelukannya setiap detik, bayangkan kalau bernapas itu organnya harus digerakan dengan kesaadaran kita, maka kita akan mati dan gak bisa tidur. Allah melimpahkan nikmatNya itu dengan tanpa batas karenanya ketika ilmu pengetahuan dan penghayatan kita semakin mendalam maka nikmat itu akan semakin banyak bahkan kalau keimanan itu semakin kuat dan hati semakin bersih kita akan merasakan nikmat itu bukan hanya yang kita terima tapi juga yang orang lain terima, Rasulullah mengajarkan kita agar kita bias meraskan nikmati yang ada pada orang lain sekalipun orang lain itu tidak merasakan nikmatnya, ini yang diisyaratkan dalam do’a pagi dan petang, Ya Allah nikmat apapun yang kuperoleh dan diperoleh seseorang diantara mahlukMu adalah dariMu, yang Esa dan tak bersekutu, maka bagiMu segala puji dan syukur
Tetapi diantara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu atau petunjuk dan tanpa kitab yang memberi penerangan
Diantara manusia ada yang membantah tentang Allah, masih tidak percaya pada Allah ada yang percaya tapi tidak mau beribadah, ada yang beribadah tapi juga beribadah kepada yang lain disamping Allah. Tapi bantahannya itu karena dia tidak berilmu, jadi orang menolak beribadah itu karena dia tidak tau, atau karena tidak mendapat petunjuk, atau karena menutup diri dari petunjuk itu, atau tidak ada kitab yang jelas sebagai tuntunan hidupnya.
Kalau hidayah itu sudah masuk kedalam diri kita harusnya kita berdo’a agar hidayah itu tetap ada dalam diri kita, karena bisa jadi orang yang awalnya rajin ibadah lalu tidak beribadah lagi, dijaman Nabipun ada orang seperti ini, dalam hadits disebutkan ketika Nabi berwasiat kepada Abdullah bin Umar “wahai Abdullah kamu jangan seperti si fulan, tadinya dia rajin qiyamullail tapi sekarang tidak pernah qiyamullail lagi, itu qiyamullail ada juga orang yang kewajibannya pun tidak pernah dilakukan lagi, Allah mengajarkan agar hidayah itu tetap ada dalam diri kita,ya allah jangan diselewengkan hati ini setelah petunjuk itu kau berikan kepada kami,ini juga menjadikan kita mengerti bahwa Al Qur’an itu melejitnya lebih dari onta meninggalkan kita, maka diingtkan agar Al Qur’an itu harus dibiasakan akrab dengan kita, Al Qur’an itu kalau kita tidak baca jangankan yang baru yang sudah ada bisa lepas, maka ada orang yang bernostalgia dulu waku kecil saya hapal surat yassin, dulu, dari sini kita memahami dosa yang paling besar orang yang lepas dari Al Qur’an, kalau begitu saya tidak usah menghapal saja supaya tidak dapat dosa besar, ini juga salah, perumpamannnya orang yang dapat warisan sertifikat tanah di segitiga emas dan sertifikat itu dia buang ketempat sampah, apa lagi ini adalah nikamt yang paling besar kita lepas begitu saja.
Ayat 21
Dan apabila dikatakan kepada mereka, ikutilah apa yang diturunkan Allah! mereka menjawab,(tidak), tetapi kami (hanya) mengikuti kebiasaan yang kami dapati dari nenek moyang kami. Apakah mereka (akan mengikuti nenek moyang mereka) walaupun sebenarnya setan menyeru mereka ke dalam azab api yang menyala-nyala (neraka)?
Yang melakukan itu bukan orang awam saja tapi juga tokohnya, menyerukan kepada masyarakatnya untuk melakukan sesuatu yang tidak ada landasan ayatnya dipertahankan mati-matian, orang ini patut dikasihani karena dia telah sesat dan mengajarkan kesesatan. Ketika menanggapi sebuah pendapat kita harus keritis, sampai dikalangan sahabat hal ini pernah terjadi ketika ada seorang sahabat yang menjadi pemimpin dan pada saat dia emosi menyuruh kepada sahabat yang lain untuk mengumpulkan kayu bakar, ditimbun sebanyak-banyaknya dinyalakan dan menyuruh para sahabat untuk masuk satu-satu, kejadian ini diadukan kepada Rasulullah, beliau berkata kalau sahabat itu mengikuti perintah pemimpinnya itu maka merka tidak akan keluar lagi sampai ke neraka. Tidak boleh tunduk kepada siapapun kalau bertentangan dengan ketentuan Allah. Jadi dalam ayat ini hanya ada dua pilihan antara apa yang Allah turunkan dan mengantarkan kedalam sorgaNya, atau ajakan setan yang mengajak meraka kepada azab yang pedih, karenanya kita jumpai pada surat Al Baqarah, “masuklah kepada Islam secara kaffah,Barangkali itulah sebabnya kita diharuskan banyak mensyukuri nikmat Allah, karenanya setelah shalat lima waktu jangan pernah lupa untuk berdo’a, “ya Allah berikan pertolongan kepada ku unutuk terus berdzikir, bersyukur dan terus beribadah dengan sebaik-baiknya kepada engkau, seseorang bisa berdzikir dan bersyukur kalau dia menyadari banyaknya nikmat yang Allah berikan.




Reblog this post [with Zemanta]

tafsir QS Al-hadid ayat 5-7

I Love QuranImage by marhoons via Flickr

Allah menjelaskan tentang dirinya dari ayat satu sampai ayat empat bahkan sampai ayat-ayat barikutnya, pada bagian akhir ayat empat "dan dia (Allah) bersamamu dimanapun kamu berada, begitulah kenyataannya yang seharusnya orang-orang beriman menyadarinya sebagai pendekatan Allah dengan manusia baik dalam maiyatul ilm, pendekatan Allah dalam artian pengetahuan Allah mencakup seluruh aktivitas kita, tidak ada bagi Allah yang tersembunyi, atau maiyatul himayah, ataupun maiyatunnasr, kebersamaan Allah dalam aritian perlindungan dan rahmatNya, bantuannya pada orang-orang yang beriman dan Allah sangat sayang pada orang-orang yang beriman.
Pengetahuan akan maiyah Allah ini akan membangkitkan kesadaran kita bahwa Allah mengetahui apa yang kita lakukan dan Allah selalu dekat dengan kita, kalau kesadaran ini ada dalam hati dan pikiran kita maka akan melahirkan sikap ihsan dalam segala perbuatan kita, jangankan kesadaran dan taunya kita bahwa kita dilihat Allah yang ringan saja misalnya seseorang ketika dibelakangnya ada ustadznya maka ibadahnya akan bertambah baik, akhlaq dan prilakunya bertambah sopan, malu rasanya kalu dilihat kiainya belum nampak baik ibadahnya belum nampak dewasa prilakunya, apalagi kesadaran itu dirinya dilihat Allah swt.
Sikap ihsan ini diisyaratkan Rasululllah saw, dalam hadits Jibril seperti dikutip Ibnu Katsir dalam tafsirnya Ketika Rasulullah ditanya tentang ihsan oleh Jibril maka Rasulullah menjawab kamu beribadah kepada Allah seolah-olah kamu melihatnya dan jika kamu tidak melihatnya sesungguhnya Allah meliahatmu, sebenarnya manusia tidak bias meliaht Allah, seperti yang dikatakan Allah kepada Nabi Musa AS, selamamnya didunia kamu tidak akan meliahtku. Tapi manusia harus yakin bahwa Allah melihatnya kesadaran seseorang ini akan melahirkan sikap ihsan dalam prilaku dan perbuatannya dan Hendaknya seorang Mukmin memiliki rasa malu dan rasa itu melekat dirinya, karena Allah selalu bersamanya.

Dijelaskan dalam oleh Ibnu Katsir, kata Umar ada seseorang yang datang kepada Rasulullah meminta petunjuk, bekalilah aku dengan kalimat hikmah yang akan kujadikan sebagai pegangan hidupku, lalu Rasul menjawabnya, malulah kamu kepada Allah seperti seseorang malu dari keluarganya yang soleh dan memperhatikannya tidak pernah lepas, Karena kita sudah cendrung pada pola pikir materialis biasanya kita malu kepada manusia tapi ketika ada Allah dan malaikat yang mendampingi kita, tidak merasa malu, manusia walau tak pernah lepas disaat tertantu pasti jauh dari kita, tapi Allah selalu bersama kita dimanapun berada dan Allah maha melihat dan mengetahui.
Ada sutu hadits marfu dari Abdullah bin Alwiyah Al Amilin, Ada tiga hal yang barang siapa bisa merelaisaikannya dia akan merasakan nikmatnya beribadah yaitu selalu beribadah hanya kepada Allah, selalu berinfaq dan selalu mensucikan dirinya orang bisa melakukan iu kalau dia merasa diperhatikan Allah.
Satu lagi hadits yang harus menjadi pegangan hidup kita, dari Ubadah bin Shomit katanya Rasulullah bersabda sesunguhnya iman yang paling afdhol kamu sadar bahwa Allah selalu beersamamu dimanapun kamu berada kalau bahasanya Sayid Qutub disebut imam hayi (iman yang hidup, iman yang membangkitkan kesadaran) kalau kesadaran ini ada ibadah kita selalu maksimal dan diri kita selalu terhindar dari berbagai penyimpangan, itu pula yang dinasihatkan Rasulullah kepada seorang sahabat yang baru beberapa hari mengaji dengannya kata Rasulullah sekarang kamu pulang kampung dan berdakwah untuk seluruh masyarakat disitu, sahabat yang baru beberapa kali bertemu dan merasa bekalnya belum banyak dan dia ingin berlama-lama bersama Rasulullah, tapi Rasulullah berkata lagi sekarang aku bekali lalu kamu pulang, takutlah kamu kepada Allah dimanapun kamu berada, sertakanlah perbuatan yang baik atas perbuatan yang buruk, sehingga perbuatan yang baik menghapus yang buruk tadi, bergaullah dengan manusia dengan baik.
Kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi. dan kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan
Ayat lima ini Masih menjelaskan tentang sifat-siafat Allah, kalau ujung ayat empat wallahu bima ta’maluuna basyir, maka ayat kelimanya Lahu mulku samaawaati wal ardli (milik Allahlah kekuasaan dilangit seluruhnya dan juga dibumi) segalanya itu milik Allah. Karenanya Allah disebut juga Malikulmulki (pemilik seluruh kekuasaaan), dalam do’a pagi dan sore Katakanlah: Wahai Allah yang memiliki kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki.. sekalipun orang mempertahankannya kalau Allah ingin mencabutnya dia tidak akan bisa apa-apa.
"Dan kepada Allahlah segala urusan itu dikembalikan"
segalanya akan kembali kepada Allah termasuk kita, ketika Allah mengambil apa yang dimilikinya itu yang kita mengkalaim miliki kita atau yang Allah titipkan kepada kita, maka diharuskan membaca kalaimat isti’jal inalillahi wainnailahi raji’un diayat ini dikatakan dan kepada Allah segala hal itu dikembalikan termasuk diri kita, makanya didalam surat Al Jumu’ah Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, Maka Sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan". Karenanya kesadaran ini kalau Allah meinginginkan milikNya kita dengan ridho melepasnya, “Katakanlah siapa yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik Allah akan ganti padahal yang dipinjamkan itu milik Allah, tapi kasih sayangnya Allah kalau kita meminjamkan diganti dengan berlipat ganda tapi sekalipun begitu tetap saja manusia merasa berat karena terkait dengan materi dan kenikmatan. Hendaknya pendekatan kita bagaimana bisa menikmati bukan bagaimana harus memikinya.
"Dialah yang memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam.
Bumi kitakan berpuatar pada porosnya dan pada saatnya yang sama berpuatar mengelilingi matahari, yang menghadap matahari itu kebagian sianng dan yang membelakanginya kebagian malam. Dialah Allah yang memutar dan perputaran itulah yang kemudian melahirkan gravitasi, kalau senadainya tidak ada tarikan itu kita akan lepas, jangankan untuk makan untuk bertahan pada permukaan bumi itu susah, bagaimana kalau Allah menjaadikan malam itu terus menerus maka bumi akan kedinginan dan membeku, atau siang terus menerus maka bumi akan sangat panas. Dan dia maha tau apa yang ada didalam dadanya.
Kata Ibnu Katsir betapapun tersembunyi, tidak ada yang lepas dari pengetahuan Allah bahkan yang ada didalam lubuk hati kita, Cuma saja kalau keburukan masih dihati kita belum terekspresiakn itu belum bernilai negatif kalau sadah bunyi itu bernilai negatif sekalipun perkataan itu benar, makanaya ketika Rasulullah mengingatkan tentang gibah dia bersabda Engakau menyabutkan tentang aib saudaramu walau benar, tapi kalau menyebutkan tidak sesuai itu kebohongan.
"Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.
Setelah dijelaskan tentang kekuasaan Allah maka ayat tujuhnya dinyatakan tentang iman kepada Allah, ini salah satu metode yang dalam Al Qur’an setelah diceritakan tentang sifat dan kekuasaan Allah baru dijelaskan perintah untk beriman dan merealisasikan keimanan, sehingga keimanan kita berdasarkan kesadaran bukan hanya sebuah dogma.
Berimanlah kepada Allah dan rasunya yang telah menyamapiakan wahyu ini kepada kita, maka ketika diperintahkan untuk beriman maka dituntut pula untuk meralisasikan keimanan itu dengan ungkapan dan berinfaqlah. Pada masa Rasulullah ada seorang sahabat yang sudah paham tentang Islam, lalau dia ingin menyatakan komitmen keislamannya, dia katakan ya Rasulullah saya menyatakan keislaman dan saya akan komitmen menjalankan seluruh atuaran islam itu, Cuma saya minta dispensasi dua, minta keringananan karena alasananya ada pada diri saya yang pertama saya minta dispensasi untuk tidak berinfaq, karena saya orang miskin, kedua saya minta dispensai untuk tidak berjuang sebab saya ini penakut, kalau berjihad saya akan lari dari medan jihad itu padahal dari medan perang itu dosa besar, kata Rasulullah tidak sodaqoh tidak berjuang kamu mau masuk sorga dengan apa lagi, Rasul tidak terima Islam yang parsial, Islam itu harus menyeluruh.
Biasanya setelah menyebutkan keimanan dilanjutkan dengan perintah untuk berinfaq karena keimanan itu hubungan pertikal pada Allah dan infaq itu adalah hubungan horizontal pada manusia, karenanya ketika menyatakan keTuhanan dan sifat-sifatnnya lalu Allah lanjutkan berimanlah dan berinfaqlah dari sebagian yang dititipkan kepada kamu.
Manusia adalah kholifah yang artinya pengemban amanat dari Allah, manakala ada perintah beriman dan berinfaq, maka kita harus segera berinfaq karena infaq itu merupakan kebutuhan kita bukan kewajiban, dan balasanya akan berlipat ganda, maka orang yang beriman dan berinfaq diantara kamu mereka mendapatkan balasan yang sangat besar kalau kita baca kabirr itu mad aridl lisukun, maka dibacanya kabir, yang artinya besar, orang yang beriman dan berinfaq itu mendapatkan pahala yang sangat besar.




Reblog this post [with Zemanta]

tafsir Qs.Luqman ayat 22

Description unavailableImage by (¯`·.¸¸.¤*¨¨*¤.๑۩۩۩๑Zeyneeep! via Flickr

Dan Barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang Dia orang yang berbuat kebaikan, Maka Sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul (tali) yang kokoh. dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan.
Setelah disadarkan kepada kita bahwa Allahlah yang menciptakan, yang menundukan segalanya untuk kita, yang memberikan berbagai kenikmatan kepada kita, maka tentunya kesadaran akan hakikat ini mengantarkan kepada kita untuk tidak bersyukur melainkan kepada Allah yang telah memberiakan segalanya itu dan ini juga menyadarkan kepada kita untuk tidak tunduk selain kepada Allah Swt, ini yang dijelaskan di ayat dua puluh dua.
Begitulah Nabiyullah Ibrahim menjadi manusia yang paling dicintai Allah, paling dekat dengan Allah, maka diberi julukan khalilullah yang sangat dekat dengan Allah, Allah jadikan ibrahim itu sebagai khalilnya. kedekatan ini menunjukan ketinggian derjatnya, sebab Allah maha tinggi, ketika sujud juga kita baca Subhana rabbiala’la maha suci Rabbku yang maha tinggi.

Ketika hamba dekat dengan Allah berarti kedudukannya menjadi tinggi, ketinggian derajat Nabi Ibrahim karena ketundukannya kepada Allah yang penuh, disurat Al Baqarah diceritakan “Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: "Tunduk patuhlah!" Ibrahim menjawab: "Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam". (Al Baqarah :131).
Allah tidak mengatakan tunduklah kepada Allah, tapi Nabi Ibrahim paham betul ketundukan itu hanya kepada Allah, maka ketika dikatakan aslim, dia tidak perlu ditunggu lagi kepada siapa tunduknya, sebab ketundukan itu hanya kepada Allah, “maka Ibrahim mengatakan aku tunduk sepenuhnya kepada Allah Rabbul ‘alamin itulah sebabnya setelah ibrahim mengatakan itu Allah mengangkat ibrahim sebagai pemimpin ummat manusia.
Disebutkan diayat ini wajah, bukan berarti yang ditundukan itu wajah saja, tapi penyebutan sebagian anggota tubuh maksudnya untuk seluruh tubuh, dalam bahasa kitapun begitu juga, kita sering mengatakan kamu kemana saja aku sudah lama tidak lihat mukamu,maksudnya seluruh tubuhnya.
Kata Ibnu Katsir, yusrin walihahu, artinya mengikhlaskan amalnya. Seringkali kita memahami kata ikhlas itu menyempit, misalnya seorang menyumbang tidak mau diumumkan padahal infaqnya tebal, kita bilang “dia ikhlas banget, ikhlas banget itu hanya sebatas pada infaqnya saja, padahal ikhlas sesungguhnya itu ialah tunduk seratus persen kepada Allah.
Makna ikhlas itu murni, kalau ada madu seratus persen murni disebutkan Al Asalu khalis. Didalam kitab Rydhusshalihin ketika Imam Nawawi menjelaskan tentang keutamaan ikhlas, dikatakan ikhlas itu dalam segala hal bukan hanya dalam sholat saja atau dalam dzikir kita saja. Yang dituntut ketundukan kita hanya kepada Allah tidak tunduk kepada taghut, hawa nafsu, atau setan, itulah yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS, makanya Ibnu Katsir menafsirkan wama yusrin wajhahu illallah dengan mengikhlaskan semua perbuatannya sepenuhnya hanya untuk Allah, inilah yang kita ungkapkan inna sholati wanusuki wamah yaaya wamamati llillahirabbil’alamin.
Tambahannya adalah Wahua muhsinun. Dan dia selalu berbuat yang terbaik, itu disebutnya Ihsan orangnya disebut Muhsin. Suatu kali Jibril bertanya kepada Rasulullah tentang Ihsan, maka Rasul menjawab kamu beribdah kepada Allah seolah-olah kamu dilihat Allah dan apabila tidak melihatnya yakinilah bahwa Allah melihatmu, kesadaran bahwa dirinya dilihat Allah itulah ikhlas. Kalau kita sholat dibelakangnya ada ulama kita akan sebaik-baiknya, hendaknya kesadaran kita dalam setiap perbuatan bahwa Allah meliahat kita, maka setiap perbuatan kita akan tampil prima, itulah ihsan. Berarti orang itu telah berpegang kepada tali yang sangat kuat, seolah-olah Allah itu menjulurkan tali, Allah yang maha mulia melepaskan tali kemdian kita berpegangan pada tali itu maka kita nyambung dengan Allah. Kalau orang ikhlas seperti ini tidak mungkin dia dapat digoda, setan itu akan menggoda mati-matian manusia dari segala penjuru kecuali kepada hamba Allah yang ikhlas-ikhlas, orang yang sudah berpegang teguh tali Allah itu maka jaminan selamat, itu tidak mungkin dilakukan kalau tidak sadar betul tentang kemahakuasaan Allah, Karenanya diayat duapuluh dijelaskan dulu tentang kekuasaan Allah.
Ibnu Katsir mengatakan wahua muhsisnun fi amalihi artinya dia selalu berbuat yang terbaik dalam semua perbuatannya, berbuat terbaik itu adalah dengan melakukan perbuatan-perbuatan mengikuti seluruh yang perintahkan Allah kepadanya dan meninggalkan seluruh yang dilarang Allah kepadanya, itulah taqwa.
Diujung ayat 22 ini dikatakan “Dan kepada Allahlah akhir segala urusan,semuanya akan kembali kepada Allah termasuk kita, Allah Berfirman :Katakanlah kematian yang kamu menghindar dari kematian itu kamu pasti akan berjumpa dengan kematian itu kemudian kamu dikembalikan kepada Allah yang maha tahu yang ghaib dan yang nyata lalu Allah akan memberi tahukan tentang amal perbuatan kamu sewaktu didunia, Ini juga harus kita ingat perjalanan kita itu akan menghadap Allah, “wahai manusia seseungguhnya kamu sedang bergegas dengan seluruh amalmu menuju Allah tinggal ketika bertemu dengan Allah kita akan membawa apa?, yang meringankan atau yang membuat kita terjerumus kepada neraka. Kalau orang diberikan catatan amalnya dengan tangan kanan maka dia akan bangga, dia akan dihisab dengan mudah, tapi kalau diberikan dengan tangan kirinya dia akan sulit kehidupannya bahkan dia berkat lebih baik tidak usah diberikan catatan itu. Kita harus meyakini bahwa kita akan kembali kepada Allah. Orang dianggap tidak waras kalau punya tetanggga dua yang satu selalu memberi yang satu pelit, tapi kemudian dia tunduknya kepada yang pelit itu tidak waras.
“Dan Barangsiapa kafir Maka kekafirannya itu janganlah menyedihkanmu. hanya kepada Kami-lah mereka kembali, lalu Kami beritakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala isi hati.”
Setelah dijelaskan manfaat ketundukan kepada Allah maka ayat dua puluh tiganya. Dimuali dengan Siapa yang kafir? Kafir itu menutup sama dengan cover (penutup buku), menutup hatinya, pikirannya, dirinya.
Maka janganlah membuat kamu sedih terhadap kekafirannya. Kamunya ini kepada Rasulullah, kita lihat bagaimana Rasulullah itu disebut nabiyu rahmah apabila kita megajak tetangga kita, kita bujuk dia tidak mau tetap saja menolak, perasaan kita kesel. Kalau Rasulullah mengajak orang tidak mau beliau itu sedih, karena jangkauan pikiran Rasulullah itu jauh sekali, kalau orang diajak tidak mau orang itu akan dibakar di Neraka, kalau kita melihat seseorang dibakar terlepas Islam atau tidak kita kasihan juga. Beliau Nabi yang penuh dengan kasih sayang. Makanya diingatkan kalau orang sedih terus-terusan akan berakibat buruk, bapaknya Nabi Yusuf nangis terus-terusan jadi buta, makanya diingatkan walau kondisi seperti itu.
Kepada kamilah semuanya dikembalikan, dan kami akan beritahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah maha tau apa yang ada didalam dada kita, Pengetahuan Allah itu disebutkan syaamil, kita ada kadang-kadang ada kalau dilihat orang belaga alim, kalau tidak ada orang lain lagi ceritanya. Padahal diihat dan tidak diihat orang pasti Allah melihatnya, jangankan yang diluar sampai yang didalam dada kita perinsif ini harusnya melakat pada diri kita jadi nanti kita bukan hanya bagus dalam perbuatan kita, sampai batin kita pun baik.
Lalu diingatkan bagi orang yang diajak kedalam Islam tidak mau Dia akan merasakan kenikmatannya sebenatar saja Orang yang dalam kekafirannya dia merasakan nikmatnya itu didunia saja Nikmatnya dunia itu sangat singkat, kalau kita menunggu makanan dua jam rasanya enak banget, kalau sudah lewat daari tenggorokan sate sama singkong tidak ada bedanya, karenanya Jangan samaai kita kejar nikmat yang sebentar lalu kita korabankan kenikmatan yang hakiki, mukmin juga menikmati nikmatnya dunia tapi kalau orang kafir cuma didunia saja.
Kemudian kami masukan mereka kedalam azab yang sangat pedih. Begitulah orang yang tetap dalam kekafirannya maka Kenikmatan yang ia rasakan hanya kenikmatan duaniawi, kalau pagi kita disuruh minum air kelapa tidak enak tahan saja dulu pusa dulu sore diminum, makanya puasa itu ngajarin kita untuk menganal nikmat, dalam sebuah hadits itu dikatakan bahwa “orang yang berpuasa itu mendapatkan dua kenikmatan ketika dia berbuka dan ketika dia bertemu dengan Allah dengan amal puasanya itu.




Reblog this post [with Zemanta]

begitu pentingnya infaq sesama saudara

Blues for Allah album coverImage via Wikipedia

Dan mengapa kamu tidak menafkahkan (sebagian hartamu) pada jalan Allah, Padahal Allah-lah yang mempusakai (mempunyai) langit dan bumi? tidak sama di antara kamu orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sebelum penaklukan (Mekah). mereka lebih tingi derajatnya daripada orang-orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sesudah itu. Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik. dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, Maka Allah akan melipat-gandakan (balasan) pinjaman itu untuknya, dan Dia akan memperoleh pahala yang banyak.
Kalau pada ayat tujuh Allah memerintahkan beriman dan berinfaq, ayat delapan dan sembian menjelaskan tentang pentingnya beriman kepada Allah, dan selanjutnya ayat sepuluh dan sebelas tentang pentingnya berinfaq di jalan Allah.
Dan mengapa kamu tidak menafkahkan (sebagian hartamu) pada jalan Allah. Begitu ayat sepuluh ini diawali, ibnu katsir ketika menjelaskan ayat ini berkata berinfaqlah dan jangan punya perasaan takut miskin dan berkurang harta, mengapa kamu tidak mau berinfaq dijalan Allah padahal milik Allahlah segala kekayaan dilangit dan dibumi termasuk juga yang kita klaim sebagai milik kita padahal itu milik Allah Swt, apalagi disebutkan diayat yang lain bahwa Allah menjanjikan, dan jannjinya itu pasti, “Dan sesuatu yang kamu infaqkan maka dia menggantinya, dan dia adalah sebaik-baik pemberi rizki.

Satu kali saya mendengar ada seorang da’i bercerita, dahulu dia terbebani dengan hutang yang puluhan juta dan dia dibebaskan bersyarat, kalau selama dibebaskan bersyarat tidak bisa memenuhi hutangnya dia akan masuk penjara. Setelah mencari kemana-mana ternyata dia mendapatkan uang kurang dari satu juta, sementara batas waktu itu semakin dekat Dia mendengar bahwa barang siapa yang membantu orang kesusahan maka Allah akan memberikan bantuan kepadanya, maka dengan uang pinjamannya itu dia dating kesebuah sekolah dan bertanya apakah ada anak yatim di sekolah itu, dan dia berjanji akan mebayar ongkos anak yatim itu bulan ini dan bulan-bulan kedepan, setelah itu dia berdo’a Ya Allah, bahwa engkau akan mengganti infaq dari hambamu, ya Allah saya telah meberikan infaq kepada anak yatim dan saya menjanjikan untuk bulan-bulan berikutnya, ternyata dalam kurun waktu beberapa hari dia bisa menutup hutang yang puluhan juta itu.
Satu lagi kisah ada sebuah keluarga pada bulan ramadhan dia diberikan seseorang buah-buahan yang sangat banyak, kata ayahnya bagi-bagikan saja buah-buahan itu kepada tetangga, nanti akan dimakan oleh orang yang berbuka dan pahalanya besar. Kata yang lain sisakanlah yang besar-besar sebagian -itu logis juga memang- lalu kata ayahnya dibagikan saja semuanya nanti Allah akan menggantikan lagi, ternyata belum sampai maghrib sudah datang pengganti yang lebih banyak lagi.
Ketika Allah menganjurkan bahkan memerintahkan untuk berinfaq pada hakikatnya karena Allah menginginkan kebaikan untuk hambanya itu, disamping untuk menguji keimanannya. Ketika manusia itu tau bahwa dirinya milik Allah dan ciptaan Allah, dan segala yang dia miliki itu juga milik dan pemberian Allah, manakala manusia itu sadar tentunya dia akan respon seruan dan perintah Allah tadi.
Bahkan di ayat yang lain diingatkan pula oleh Allah Swt, apa yang ada padamu itu maka dia akan lenyap, dan apa yang disisi Allah itu, itulah yang akan kekal.” Makanya ada sebuah hadits yang mengingatkan bahwa ada manusia berkata inilah kekayaan ku, hartaku, lalu Rasulullah berkata hartamu itu adalah tiga macam, pertama yang kamu makan maka akan lenyap, kedua apa yang kamu pakai akan usang, kendaraan pun akan jadi rongsokan, yang awalnya jadi kebanggaan kadang-kadang membuangnya pun susah, lalu yang ketiga dan apa yang kamu infaqkan itulah yang akan terus-menerus menjadi milikmu, begitu Rasulullah mengingatkan yang betul-betul menjadi milik kita, bersama kita adalah yang kita infaqkan di jalan Allah.
Satu kali pernah Rasulullah menanyakan kepada para sahabat katanya siapa diantara kalian yang lebih mencintai hartanya untuk dirinya dari pada untuk orang lain, jawab para sahabat tentu semuanya lebih mencintai hartanya untuk dirinya, lalu Rasulullah mengatakan “yang betul-betul akan menjadi hartamu itu yang kamu infaqkan, dan yang kelak akan menjadi harta orang lain itu yang kamu simpan.
Ada sebuah hadits yang mengatakan janazah itu akan diikuti oleh tiga hal, keluarganya yang tentunya mencintai dia, hartanya sebagian untuk mengantarkan dia, dan amalnya. Yang dua itu betapapun sangat mencintainya, keluarganya pun tidak akan terus menunggu di kuburan, dan hartanyapun tidak akan dipendam dengannya, yang tetap bersama dia adalah amalnya. Begitu diingatkan Rasulullah Saw, karenanya dalam kehidupan kita kita perlu tashowur ukhrowi lebih kuat ketimbang tashowur duniawi (persepsi).
Ini lah yang diisharatkan Rasulullah ketika suatu kali motong kambing kemudian dikuliti dan memerintahkan Aisyah agar kambing tadi itu dibagi-bagikan, Rasulullah pergi kemudian datang lagi, dan bertanya bagaimana kambing yang tadi? Ya Rasulullah sudah habis aku bagi-bagikan tinggal pahanya empat,begitu kata aisyah, lalau Rasulullah berkomentar yang tinggal itu semuanya kecuali paha-pahanya. Aisyah melihatnya dengan kacamata duniawi, sudah habis itu yang dibagi-bagikan tinggal paha-pahanya, Rasulullah melihatnya dengan kacamata ukhrawi yang dibagi-bagikan itu yang tinnggal, dan yang tinggal itulah yang akan habis beberpa hari kedepan. Begitulah hendaknya kita, diingatkan dalam surat Al Baqarah agar kamu berpikir tentang dunia dan akhirat, apalagi akhirat itu lebih kekal, begitulah kita diingatkan oleh Allah diayat ini




Reblog this post [with Zemanta]

romadhan adalah bulan yang istimewa

Ramadan 101 Episode No. 28

Ketika Allah swt berbicara tentang Ramadhan, tentang aktivitas Ramadhan, tentang ibadah-ibadah di bulan Ramadhan yang tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan ke taqwaan kita, dalam surat Al-Baqarah ayat:183-187. Konteks di adakannya ibadah-ibadah di bulan Ramadhan itu di antaranya di jelaskan pada ayat 185.bulan Ramadhan yang pada bulan itu Al-Qur`anul karim di turunkan oleh Allah swt yang fungsinya sebagai petunjuk untuk manusia dan sebagai penjelasan terhadap petunjuk itu.
Dalam pembicaraan tentang berbagai aktivitas yang di lakukan di bulan Ramadhan, kita bisa menangkap bahwa sepanjang bulan Ramadhan sangat di tekankan kepada kita untuk meningkatkan interaksi kita dengan Al Qur`an terlebih-lebih mengfungsikan Al Qur`an itu sebagai kitabul hidayah.

Tapi sebelum kita bicara lebih lanjut tentang bagai mana memfungsikan Al Qur`an itu sebagai kitabul hidayah diawal ayat 185 ini, Allah swt mengatakan syahru Ramadhan ladzi unjilat fihil qur`an, Para ulama bahasa menjelaskan bahwa nama-nama bulan itu masing-masing mempunyai makna kalau bulan sya`ban itu asal katanya dari kata tasaub yang artinya bepergian kesana kemari, baik dalam rangka saling memaafkan atau dalam rangka mencari tambahan rezeki yang lebih banyak lagi.
Kalau bulan syawal itu dari sawatil ibil ,syawal dari sawa artinya meningkat, kalau sawatil Ibil meningkat atau naik, kalau kita itu kecenderungannya kawinnya pada bulan syawal, Kalau kata nyanyian benyamin itu eh ujan gerimis aje ..bulan syawal di kawinin itu di mana kawinnya bulan syawal. Jadi bulan peningkatan setelah orang di gembleng di bulan Ramadan maka hasil penggemblengan itu berdampak pada bulan-bulan berikutnya untuk meningkatkan kebaikan dan ke sholehan.
Kalau bulan Ramadhan dari Ramdhuzzunub, ramdhu itu artinya panas yang dahsyat yang membakar sampai habis, bulan Ramadhan itu di katakan bulan Ramadhan dari ramdhuzzunub yang artinya bahwa dosa-dosa itu dengan terkikis habis dengan berpuasa di bulan Ramadhan, makanya di bulan Ramadhan di kenal dengan bulan ampunan.
Bulan Ramadhan ini merupakan satu-satunya bulan yang di sebutkan dalam Al Qur`an, bulan-bulan yang lain itu tidak ada yang di sebut di dalam Al Qur’an penyebutan bulan Ramadhan sebagai satu-satunya bulan di dalam Al Qur`an sudah cukup sebagai petanda bahwa bulan itu memang bulan yang sangat istimewa, sekalipun di surat At-Taubah Allah swt menjelaskan bahwa sejak Allah menciptakan langit dan bumi itu setahun 12 bulan, dari 12 bulan itu ada bulan-bulan yang di hormati yang di muliakan yaitu 4 bulan, tapi tidak ada satupun diantara bulan-bulan itu yang di sebut secara eksplisit, secara jelas di dalam Al Qur`an kecuali bulan Ramadhan.
Karenanya tidak berlebihan Rasulullah saw menjelaskan afdholusyuhuri syahru Ramadhan,bulan yang paling mulia itu adalah bulan Ramadhan. karenanya pensikapannya juga harus dengan pensikapannya yang istimewa, pada bulan yang istimewa ini pulalah maka Allah swt kemudian memilih bulan ini untuk menurunkan Qur`an yang mulia.
Barangkali untuk sebagian di antara kita agak bingung memahami bagaimana dalam surat Al-Baqarah ayat 185 Allah swt menjelaskan Al Quran di turunkan pada bulan Ramadhan sementara kalau kita membaca siroh nabawiyah bahwa Al Qur’an itu di turunkan kepada Rasulullah di mekah hampir 13 tahun, dan di madinah sekitar 10 tahun, hampir 23 tahun Al Quran itu turun.
Sementara Dalam surat Al-Baqarah ayat 185 dikatakan Al Qur’an itu di turunkan di bulan Ramadhan, dari ayat lain surat At Taubat di katakan inna anjalnahu fi lailatul qodr. sesungguhnya kami menurunkan alquran itu pada malm yang sangat tinggi nilainya dari surat Ar Rum dikatakan inna anjalnahu fi lailatil mubharokah sesungguhnya kami menurunkan Al Qur`An itu pada malam yang penuh dengan keberkahan bisa jadi sebagian dari kita mungkin agak bingung memahaminya, bagaimana kalau di dalam Al Qur’an dikatakan di turunkan pada bulan Ramadhan sementara fakta sejarahnya menyebutkan hampir 23 tahun di turunkan kepada Rasulullah saw.
Dijelaskan oleh para Ulama mengutip riwayat dari Ibnu Abbas bahwa ayat yang menjelaskan tentang turunnya Al Qur’an itu, di antaranya 3 ayat tadi di surat Al Baqarah, disurat At Taubah,di surat Ar Rum.
Kalau di surat Al Baqarah itu redaksinya lebih umum syahru Ramadhan bulan Ramadhan bulan yang pada bulan itu di turunkan Al Qur`an sedangkan di At Taubat dan Ar Rum di sebutkan fi lailatul qodr dan fi lailatil mubarokah, kata Ibnu Abbas Allah swt menurunkan Al Qur’an Nul Karim secara jumlatan wahidan.sekaligus itu dari lauhul mahfudz ke samaiddunia ke langit yang terdekat sekaligus jumlatan wahidan berupa
Qur’an yang utuh itu terjadi pada bulan Ramadhan dan lebih eksplisit lagi bertepatan dengan malam lailatul qodar yang di juluki dengan lailatul mubarokah jadi penyebutannya dengan tiga ayat tadi maksudnya sama bahwa turunnya Al Qur’an pertama kali sekaligus itu bertepatan dengan malam lailatul qadar, inna anjalna fi lailatil qodr dan malam lailatul qadar itu di juluki dengan julukan lain fi lailatil mubarokah pada malam yang berlimpah keberkahan, dan malam lailatul qodr yang di juluki dengan lailatul mubarokah itu terjadinya di bulan Ramadhan. Ketika turunnya pertama kali dari lauhil mahfudz ke samaawaatiddunia.
Karenanya kalau kita perhatikan redaksi tentang turunnya Al Qur`an ada yang di ungkapkan dengan kata anjala, ada yang di ungkapkan dengan kata najjala, kalau dalam surat At Taubat itu di ungkapkan dengan inna anjalnahu fi sebagian ulama membedakan makna najala dan anjalla kalau anjala itu turunnya sekaligus, kalau najjala itu turunnya tetap.
Al Qur’an itu turun dengan dua bentuk, bentuk pertamanya itu sekaligus dari lauhul mahfudz kelangit yang terdekat kemudian dari situ diturunkanlah oleh Allah dengan perantaraan jibril kepada Rasulullah saw. berangsur-angsur hampir 23 tahun dari awalnya sebanyak lima ayat dari surat Al-Alaq itu pada malam lailatul qodr juga, yang juga di bulan Ramadhan jadi turunnya dari lauhul mahfudz ke samaiddunia itu pada malam lailatul qodr pada malam yang penuh keberkahan di bulan Ramadhan secara utuh, lengkap kemudian di turunkan secara berangsur-angsur kepada Rasulullah selama hampir 23 tahun awalnya juga pada malam lailatul qodar yang di kenal dengan lailatul mubarokah, sehingga kalau kita baca di beberapa kitab-kitab tafsir kita jumpai penjelasan tentang itu.




Reblog this post [with Zemanta]

Sabtu, 29 Agustus 2009

manfat air liur tuk kesehatan

Bagi sebagian orang, air liur seringkali terlihat menjijikkan. Padahal air yang berasal dari dalam mulut itu mempunyai peran penting bagi kesehatan tubuh manuia. Air liur atau saliva sebagian besar diproduksi oleh tiga kelenjar utama yakni kelenjar parotis, kelenjar sublingual dan kelenjar submandibula. Volume air liur yang diproduksi bervariasi yaitu 0,5 – 1,5 liter setiap hari tergantung pada tingkat perangsangannya.

Mengutip Guyton & Hall dalam Textbook of Medical Physiology, air liur atau saliva mengandung dua tipe pengeluaran atau sekresi cairan yang utama yakni sekresi serus yang mengandung ptyalin (suatu alfa amylase) yang merupakan enzim untuk mencernakan karbohidrat dan sekresi mucus yang mengandung musin untuk tujuan pelumasan atau perlindungan permukaan yang sebagian besar dihasilkan oleh kelenjar parotis.


Cairan tipe mucus itu disekresikan atau dikeluarkan setiap detik sepanjang waktu kecuali saat tidur yang produksinya lebih sedikit.

Dalam hal pencernaan, air liur berperan dalam membantu pencernaan karbohidrat. Karbohidrat atau tepung sudah mulai dipecah sebaagian kecil dalam mulut oleh enzim ptyalin. Enzim dalam air liur itu memecah tepung (amylum) menjadi disakarida maltosa dan polimer glukosa kecil lainnya.

Misalnya, saat Anda mengunyah nasi yang terasa tawar lama-kelamaan akan terasa manis akibat pecahnya zat tepung menjadi maltosa yang rasanya manis.

Selain dalam pencernaan air liur juga berperan dalam kebersihan mulut. Sekresi saliva terutama tipe mucus penting dalam mempertahankan kesehatan jaringan rongga mulut. Rongga mulut berisi bakteri atau kuman patogen (merugikan) yang dengan mudah merusak jaringan dan menimbulkan karies gigi (gigi berlubang).

Air liur juga mencegah kerusakan dengan beberapa cara. Pertama, aliran air liur itu sendiri membantu membuang bakteri atau kuman patogen juga pertikel makanan yang memberi dukungan nutrisi metabolik bagi bakteri itu sendiri.

Kedua, air liur mengandung beberapa faktor yang menghancurkan bakteri salah satunya adalah ion tiosianat dan beberapa cairan proteolitik terutama lisosim yang menghancurkan bakteri,membantu ion tiosianat membunuh bakteri,mencerna partikel makanan dan air liur mengandung antibody protein yang menghancurkan bakteri.

Selain berfungsi untuk kesehatan dalam tubuh, air liur juga diyakini dapat memberikan manfaat bagi luar tubuh.

Sejak zaman dahalu, secara naluri ketika ada jari-jari Anda yang terluka akibat tergores pisau,Anda akan mengisap luka tersebut dengan mulut. Hewan pun demikian. Misalnya kucing, monyet, dan anjing, biasa membasuh tubuh dengan air liurnya ketika luka.

Nabi Muhammad SAW seperti yang diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim mengisahkan, apabila ada sahabat yang tergores kemudian luka, maka beliau membaca doa kemudian air liurnya ditempelkan pada tangan kanannya, lalu diusapkan pada luka orang itu sembari membaca doa yang berbunyi “ALLAHUMMA ROBBINNAS ADZHABILBAS ISYFI ANTASY-SYAFII LAA SYIFA-A ILLA SYIFA-UKA LAA YUGODIRU SAQOMAN”.

Sementara itu, berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan di Jepang pada tahun 2001 seperti yang dikutip dari http://www.facebook.com/l/;cbn.com, air ludah mengandung 40 sampai 50 protein. Tiap protein punya fungsi yang berbeda-beda. Satu protein untuk menangkal debu, sinar, dan bahan kimia. Dari 50 protein itu di dalamnya ada 3 protein yang khusus untuk mikroorganisme.

Atas khasiat itulah, diyakini air liurnya bisa bermanfaat bagi gangguan mata, seperti katarak, rabun jauh dan dekat, atau gangguan mata karena cedera seperti terbentur, terkena benda tumpul maupun benda tajam.kiriman email dari sobat MANM Cianjur thank

Jumat, 28 Agustus 2009

we love arabic .. نحب لغتنا العربيةImage by place light - flying not physically via Flickr

Nahwu dan shorof merupakan bahagian dari ‘ulumul ‘Arabiyyah, yang bertujuan untuk menjaga dari kesalahan pengucapan mahupun tulisan.

Ilmu nahwu adalah ilmu yang membahaskan tentang aturan akhir struktur kalimah (kata) apakah berbentuk rafa’, nashab, jar, jazm,.

Sedangkan ilmu shorof adalah ilmu yang membahaskan tentang shighah (bentuk) kalimah Arab dan hal ihwalnya dari mulai huruf asli, tambahan, shohih, sampai kepada ‘illat-nya.

Dari kedua ilmu ini kita dapat memahami dan mempelajari teks-teks bahasa Arab yang termaktub dalam Alquran, Hadis, Syair-syair, serta qaul-qaul bijak para ulama’ terdahulu.

Sebagaimana telah berkata Umar bin Al-khathab: “Pelajarilah bahasa Arab kerana sesungguhnya bahasa Arab itu merupakan suatu bahagian dari bahasa kalian”

Seterusnya Imam Al-Qhazali berkata di dalam kitab Ihya’ Ulumuddin:


“Sesungguhnya bahasa Arab dan Nahwu adalah suatu sarana untuk mengetahui Alquran dan sunnah Nabi s.a.w. Keduanya bukanlah termasuk ilmu-ilmu syar’i akan tetapi wajib hukumnya mendalami kedua ilmu tersebut kerana syar’iah ini datang dengan bahasa Arab dan setiap syar’iah tidak akan jelas kecuali dengan suatu bahasa”.

Maka dengan hal tersebut, bertetapanlah dengan sebuah kaedah fiqiyyah :

مَا لاَ يَتِمَّ الْواجِبُ إِلاَّ بِهِ فَهُوَ وَاجِبُ

Ertinya: “Tidak sempurna sesuatu kewajipan kecuali dengannya, maka ia dikira wajib”.
Disini penulis menganjurkan kepada diri sendiri dan saudara/i seagama yang berada di dalam menuntut ilmu agar mempelajari ilmu bahasa arab yang diantara pokoknya yaitu ilmu Nahwu dan Shorof kerana ada beberapa alasan dan pertimbangan-pertimbangan dimaksudkan adalah seperti berikut:


Bahasa Arab adalah bahasa al-Quran dan Hadits, di mana keduanya adalah primer (pokok) ajaran Islam dan kandungan kedua sumber ajaran Islam ini harus diamalkan. Sehubung dengan itu, terdapat juga kitab-kitab yang ditulis oleh Para ulama’ sejak awal perkembangan Islam, di mana kitab-kitab ini merupakan khazanah ajaran-ajaran dan ilmu-ilmu tentang islam dan sebahagian besar dari kitab-kitab ini ditulis dalam bahasa Arab. Untuk boleh mengamalkan, kandungan pokok dan cabang dari pecahan pokoknya ajaran Islam ini - terlebih dahulu- haruslah difahami. kerana pokok dan cabangnya berlaku di dalam bahasa Arab, maka haruslah dipelajari dan dikuasai ilmu tentang bahasa Arab, diantaranya ilmu Nahwu dan Shorof. Alasan penulis mengatakan begitu kerana masa sekarang banyak yang kurang faham dengan masalah –masalah agama disebabkan mempelajarinya dari buku-buku terjemahan yang terkadang-kadang masih banyak kesalahannya daripada teks asalnya sehingga menyebabkan kesalahan penerapan tersebut dalam kehidupan seharian.

Akan lebih baik bagi kita untuk mempelajari ilmu agama langsung dari sumber yang menggunakan bahasa arab, dan untuk boleh berbahasa Arab yang merupakan bahasa Al-Quran kita harus melalui mempelajari ilmu Nahwu dan Shorof kerana keduanya adalah Bapa dan Ibunya ilmu. Sebagaimana kita ketahui dari ibarat :

* الصرف أم العلوم * والنحو أبوها
Hal ini memberi ispirasi bagi penulis, agar terus mendalami serta mengkaji ilmu Nahwu dan shorof dan ilmu yang bersangkutan dengan bahasa Arab agar diri dan lainnya boleh memahami agama dengan jelas dan benar. Mudah-mudah diberi Taufik bagiNYA kepada kita didalam mempelajari bahasa Arab diantaranya ilmu Nahwu dan Shorof serta hal yang bersangkutannya.



Reblog this post [with Zemanta]

Tarbiyyah tazkiyah dan tarqiyah



Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak akan pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu mereka tertutup maka mohonkanlah kepada Rabb-mu agar tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar mereka tidak pernah lagi menguasaimu.
Lalu Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib RA berdiri dan berkata: "Ya RasuluLlah, amal apa yang paling utama di bulan ini". Rasul SAW yang mulia menjawab: "Ya Abul Hasan, amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah SWT."
Semoga kita mampu menyelesaikan romadhon dengan penuh ikhlas. dan semoga setelah romadhan nanti ada yang namanya tarqiyah yahni peningkatan baik dari segi akhlaq, tauhid, ibadah dan lainnya...karena mungkin kita sia-sia yah..dah ditarbiyyah (dilatih), kemudian ditazkiyah (dibersihkan) masa tidak ada peningkatann.....moga kita menjadi hamba Allah yang sukses amin..